print this page
Latest Post

Berbuat Baiklah Tanpa Pamrih


source : klik disini 

Dari ratusan komentar dalam kurun waktu satu tahun itu, ada yang bersikukuh bahwa hasil dari suatu bilangan dibagi dengan nol pada kalkulator tertulis “E” alias Error yang maksudnya tak terdefinisi. (Harusnya kita tanya langsung aja kali yee pada kalkulator, apa maksudnya “E”. Hahaha).

Tulisan berikut sekilas tak ada hubungannya dengan bahasan kita. Namun di akhir bagian, kita akan mendapat dua hal sekaligus; nasihat bijak “Berbuat baiklah tanpa pamrih” dan pengetahuan “Hasil bilangan dibagi dengan nol”.

Murid-murid saya mengkategorikan pamrih sebagai : imbalan, jasa, upah, pujian, kekaguman, predikat yang positif, penghargaan, perhatian (dari lawan jenis), acungan jempol, pengakuan kehebatan, pengharapan sesuatu, dan seabreg cabang-cabang pamrih yang lainnya.

CONTOH KASUS :
Ali membantu seorang nenek menyebrangi jalan raya. Munif juga demikian, dia membantu seorang nenek menyebrangi jalan raya. Apakah pahala yang didapat sama? (Wallohu’alam bishowab, pahala adalah urusan Allah SWT. Tulisan ini hanya contoh hitung-hitungan sederhana untuk diambil ibroh/pelajaran. Mohon jangan saklek!).

Misalnya nilai kebajikan dari membantu seorang nenek menyebrangi jalan raya adalah 24 (tanpa satuan, sekali lagi, cuma contoh!). Pahala yang didapat Ali dan Munif tentu dipengaruhi oleh seberapa besarnya pamrih keduanya dalam membantu nenek-nenek itu. Jika pahala dirumuskan (Cuma contoh) :


Jika Ali terlalu banyak pamrihnya; misalnya ingin dapat uang (karena sang nenek kaya), ingin mendekati cucunya yang cantik, ingin dibilang rajin (karena dilihat gurunya), ingin dipuji temannya dan lain-lain sampai 24 juga (misalnya), maka pahala yang di dapat Ali adalah   











Jika Munif pamrihnya hanya satu, maka pahala yang di dapat Munif sebesar  alias utuh seperti nilai kebajikannya.
Tabel berikut adalah korelasi antara Nilai Kebajikan, Pamrih dan Pahala :

Dari tabel itu menunjukkan bahwa semakin sedikit pamrih yang melekat pada suatu amal, maka akan semakin besar pahala yang kita dapatkan.

Guru-guru kita, ustadz-ustadz di pengajian, para ulama, kyai dan pemuka agama sering menasehati kita dengan : BERBUAT BAIKLAH TANPA PAMRIH ! Tanpa pamrih artinya; Pamrihnya sama dengan nol. Mungkinkah kita bisa berbuat baik tanpa pamrih? Paling-paling kita bisa meminimalkan pamrih sampai kurang dari 1 dan mendekati nol namun tidak sampai nol. Atau dalam notasi matematika ditulis : 0

Belum sampai nol! Pamrih kita keciiiiiil sekali, kita sudah mendapat pahala beratus-ratus, beribu-ribu bahkan berjuta-juta kali lipat dari nilai kebajikannya itu sendiri. Bagaimana seandainya kita memang manusia suci yang mampu berbuat baik TANPA PAMRIH ?? Berapa pahalanya?? Subhaanalloh, komputer yang canggih saja tak mampu menampung digitnya ! Apalagi hanya sebuah kalkulator! Saking banyaknya, kalkulatorpun akan mendisplay Error. Kalkulator tak sanggup menghitung pahala dari seorang mukmin yang ikhlas. Kalkulator menyerah menghitung pembagian dengan nol.

Itu artinya pembagian dengan nol memang tidak terdefinisi! Mengapa tidak terdefinisi? Karena tak terhingga! Jadi kesimpulannya : TAK TERHINGGA YANG MENYEBABKAN TAK TERDEFINISI.

So what? Berbuat baiklah tanpa pamrih!

Wallohu alam bishowab.
1 komentar

BAGAIMANA CARA KAMU MENYALIN CONTOH SOAL YANG SUDAH DIJELASKAN DAN DITULIS DIPAPAN TULIS OLEH GURU KAMU??

Berikut tips agar kamu cepat memahami pelajaran hari itu :
1. Jangan terlalu sering berganti pandangan antara buku tulis dan papan tulis.
2. Walaupun contoh, tapi anggap itu sebagai soal latihan (gue bisa gak eaa...)
3. Ucapkan apa yang seharusnya ditulis oleh Guru, setujui dalam hati dan kamu
 juga akan menulis itu nanti di buku catatan.
4. Setelah selesai, scan kembali seluruh pengerjaan guru kamu dari awal hingga akhir. Mantapkan kembali langkah demi langkahnya.
5. Salin kembali contoh soal itu ke buku catatan dengan BERUSAHA SEBISA MUNGKIN tidak melihat ke papan tulis (kalo mandeg, eaa intip aja sebentar!)
6. Jika sudah sama, berbangga dan berbahagialah. Kamu sudah siap untuk mengerjakan soal latihan.
0 komentar

Ayat-ayat tentang Tanggung Jawab Individu









29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu [287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

[287] Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan



baca lebih lanjut disini
0 komentar

Surah Al-Fatihah


Baca dan Amalkan
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١) 
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧)
Surah Al-Fatiha
In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful (1) 
Praise be to Allah, Lord of the Worlds, (2) The Beneficent, the Merciful. (3) Owner of the Day of Judgment, (4) Thee (alone) we worship; Thee (alone) we ask for help. (5) Show us the straight path, (6) The path of those whom Thou hast favoured. Not (the path) of those who earn Thine anger nor of those who go astray. (7)

0 komentar

Tuntunan Quran dalam memilih pemimpin


Kewajiban Umat muslim baik itu laki laki dan perempuan adalah saling mengingatkan
" ... orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Al-Ashr:103:3)

 Tuntunan Quran dalam memilih pemimpin
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaam kepada kami mengenai "memilih pemimpin dalam islam" maka kami putuskan membuat halaman khusus untuk itu semoga bermanfaat
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

Bahkan Allah membrikan tuntunan dalam Alquran cara memilih Istri:
221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Mundzir, Ibnu Abu Hatim dan Wahidi dari Muqatil, katanya, "Ayat ini diturunkan mengenai Ibnu Abu Martsad Al-Ghunawi yang meminta izin kepada Nabi saw. untuk mengawini seorang wanita musyrik yang cantik dan mempunyai kedudukan tinggi. Maka turunlah ayat ini." Diketengahkan oleh Wahidi dari jalur Suda dari Abu Malik dari Ibnu Abbas, katanya bahwa ayat ini turun mengenai Abdullah bin Rawahah. Ia mempunyai seorang budak sahaya hitam yang dimarahi dan dipukuli. Dalam keadaan kebingungan ia datang kepada Nabi saw. lalu menyampaikan beritanya, seraya katanya, "Saya akan membebaskannya dan akan mengawininya." Rencananya itu dilakukannya, hingga orang-orang pun menyalahkannya, kata mereka, "Dia menikahi budak wanita." Maka Allah swt. pun menurunkan ayat ini. Hadis ini dikeluarkan pula oleh Ibnu Jarir melalui As-Sadiy berpredikat munqathi.

2. Diutamakan Laki-laki
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(An Nisa(4):34)
“Tidak akan beruntung suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpinnya.” (HR. Bukhari)

3. Dewasa (Baligh)
Yakni memiliki kualitas yang baik dalam membedakan sesuatu yang benar dan salah, mana yang haq dan mana yang batil, yang ditunjang oleh ketaqwaan kepada Allah SWT., pengetahuan serta pengalaman bermasyarakat yang baik pula.
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (An Nisa(4):5)

4. Amanah dan ditunjang oleh disiplin Ilmu yang baik
Seorang pemimpin yang amanah dapat dipercaya dalam melaksanakan kepercayaan dan tanggung jawab dengan baik harus pula ditunjang oleh ilmu yang sesuai dengan bidangnya. Dengan memiliki ilmu yang baik dan berkualitas diapun akan jauh dari kendali dari golongan tertentu yang akan menjadikannya hanya sebagai pemimpin boneka demi kepentingan segolongan atau kelompok tertentu.
“Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf(12):55)
Sabda Baginda Nabi saw.:
“Apabila suatu urusan dipercayakan kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya.”(HR. Bukhari)

5. Adil
Adil adalah tidak berat sebelah. Semua yang dipimpinnya haruslah disayangi dan diperlakukan dengan baik sesuai yang sudah diamanahkan, baik itu dulunya yang memilihnya ataupun yang tidak memilihnya ketika proses pemilihan pemimpin.
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shaad(38):26)

6. Sehat Jasmani maupun secara mental/kejiwaan
Menjadi pemimpin diperlukan fisik yang kuat serta mental yang tangguh dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah diamanahkan. Mental yang kuat dalam menghadapi serangan-serangan dan provokasi lawan politiknya yang harus diselesaikan secara arif dan bijaksana.
Rasulullah saw bersabda:
“Dari Abu Dzar berkata, saya bertanya kepada Rasululloh SAW, mengapa engkau tidak meminta saya memegang sebuah jabatan?; Abu Dzar berkata lagi, lalu Rasululloh SAW menepuk punggung saya dengan tangannya seraya berkata; Wahai Abu Dzar,sesungguhnya kamu seorang yang lemah. Padahal, jabatan itu sesungguhnya adalah amanat (yang berat untuk ditunaikan)” (HR. Muslim)
source : klik disini 
0 komentar

13 Perkara Yang Mencemari Kemurnian T a u h i d


Apabila ditanya tentang maksud kalimah tauhid La ila ha illaLlah”,yang difahami oleh kebanyakan kita ialah “tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah”. Ini adalah benar, namun ruang lingkup tauhid tidaklah terhad dalam konteks sembahan sahaja. Ia adalah lebih luas meliputi apa yang dapat dikatakan sebagai “tiada yang dapat dianggap melakukan kerja-kerja tuhan melainkan Allah” atau “tiada yang mampu berperanan sebagai tuhan melainkan Allah”.

Dimaksudkan dengan “kerja-kerja atau peranan tuhan” ialah sesuatu yang dinilai oleh manusia sebagai kononnya mampu mencipta dari tiada kepada ada, mengurus alam, mengetahui hal ghaib, menetapkan sesuatu kebaikan atau keburukan, mengabulkan doa, memberi pertolongan, menggubal syari‘at dan sebagainya.

Oleh itu apabila kita bersaksi dengan kalimah tauhid La ila ha illaLlah”,kita sebenarnya bersaksi bahawa tiada Tuhan atau apa-apa jua kecuali Allah yang mencipta dari tiada kepada ada, mengurus alam, mengetahui hal ghaib, menetapkan sesuatu kebaikan atau keburukan, mengabulkan doa, memberi pertolongan, menggubal syari‘at dan sebagainya.

Setelah membaca penjelasan di atas, saya yakin para pembaca sekalian akan menyatakan bahawa itulah tauhid yang disaksikan selama ini. Akan tetapi sedar atau tidak, ada beberapa perkara yang jika kita meyakininya atau melakukannya, akan mencemari kemurnian tauhid tersebut.
baca selengkapnya di sini
atau berikut ini....

0 komentar

47 Persoalan Qadar dan Qadha

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

dapat juga di download disini
0 komentar

47 Persoalan Qadar dan Qadha


Pendahuluan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Hafiz, apabila kita buat jahat, syaitan yang suruh kita buat jahat atau Allah yang taqdirkan kita buat jahat?” tanya Budiman, seorang sahabat saya yang bekerja sebagai jurutera pesawat berpengkalan di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuching.
Kalau nak kata syaitan, maka bukankah Allah jua yang mentaqdirkan untuk cipta syaitan dengan segala sifat jahatnya itu? Jadi macam mana sekalipun, Allah yang taqdir kita buat jahat?”
Dah begitu, kenapa Allah mengazab dalam neraka orang yang Allah taqdirkan buat jahat?” tanya beliau bertubi-tubi.
Nanti aku kaji dan cuba carikan jawapannya ya” jawab saya ringkas.
Demikian beberapa dari sekian banyak persoalan yang kerap ditanya oleh orang ramai berkenaan qadar dan qadha. Bukan saja orang ramai, kadangkala saya juga tertanya-tanya. Sedia maklum kita hanya diajar subjek ini secara minimum di bangku sekolah lama dahulu. Padahal subjek ini amat luas dan menyentuh segala aspek kehidupan kita.
Berpijak dari fenomena ini, saya merajinkan diri untuk mengkaji subjek qadar dan qadha agar dapat memahaminya dengan lebih mendalam. Agar saya dapat menjawab persoalan yang adakalanya berpusing dalam diri saya dan juga sesama umat Islam. Saya berazam untuk menulis sebuah buku mengenainya kerana dengan cara ini saya akan mengkaji subjek ini benar-benar mendalam.
Setelah hampir tiga tahun mengkaji, saya merasa yakin untuk memulakan penulisan ini. Bermula dengan solat al-Istikharah, buku ini saya tulis dan susun berdasarkan beberapa metodologi iaitu:
Pertama:
Memandangkan subjek qadar dan qadha agak rumit dan memberatkan, saya susun buku ini dalam bentuk soalan dan jawapan. Ini adalah cara yang terbukti memudahkan apa yang susah, meringankan apa yang berat. Ia sebagaimana yang saya jelaskan dalam buku Berdakwah Melalui Penulisan Efektif, bab 2.5.2.
Kedua:
Soalan-soalan saya susun mengikut tertib dari yang asas berkenaan qadar dan qadha kepada yang lebih mendalam. Justeru buku ini hendaklah dibaca mengikut tertib dari awal hingga akhir. Tidak digalakkan bagi para pembaca sekalian melompat terus ke soalan pilihannya kerana dibimbangi akan menimbulkan kekeliruan atau kefahaman yang tidak sempurna.
Ketiga:
Termasuk dalam metodologi memudahkan, saya meminimumkan jumlah rujukan notakaki dalam buku ini. Ini kerana bagi sebahagian pembaca, kehadiran notakaki dalam sesebuah penulisan menyebabkan mereka merasakan ia adalah sukar lagi memberatkan. Maka saya hanya menyertakan notakaki yang perlu seperti darjat dan rujukan hadis.
Keempat:
Sepanjang sejarah umat Islam, terdapat banyak pendapat dan aliran berkenaan qadar dan qadha. Bagi mengawasi fenomena ini, ketika mengkaji dan menulis saya hanya membataskan rujukan saya kepada sumber-sumber Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah. Dua sumber rujukan saya yang utama ialah:
  • al-Iman bi al-Qadha wa al-Qadar oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd. (edisi terjemahan oleh Ahmad Syaikhu atas judul Kupas Tuntas Masalah Takdir; Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, 2005).
  • al-Qadha wa al-Qadar inda al-Salaf oleh Syaikh Ali bin al-Sayyid al-Washifi. (edisi terjemahan oleh Ali Murtadho atas judul Qadha dan Qadar Dalam Pandangan Ulama Salaf; Pustaka Azzam, Jakarta, 2005).
Kedua-dua sumber di atas telah mengupas subjek qadar dan qadha dengan amat baik dan mendalam. Akan tetapi metodologi pengupasan agak sukar lagi panjang, maka saya mudahkan dan ringkaskan dalam penulisan ini dalam bentuk soalan dan jawapan.
Kelima:
Masih dalam rangka memudahkan, dalam beberapa kes saya memberikan contoh dalam kehidupan harian kita sebagai perumpamaan tentang qadar dan qadha Allah Subhanahu waTa’ala. Tentu saja ini dilakukan dengan catatan bahawa Allah Maha Suci dari sebarang kesamaan dengan makhluk-Nya dan perumpamaan-perumpamaan tersebut tiada tandingannya dengan kesempurnaan dan keagungan qadar dan qadha Allah. Ia sekadar contoh bagi membantu kefahaman para pembaca, bukan pengganti yang sempurna bagi qadar dan qadha Allah.
Di sini saya teringat kepada sebuah hadis yang memberikan perumpamaan dengan kehidupan harian kita bagi menggambarkan kegembiraan Allah terhadap hamba yang bertaubat kepada-Nya. Hadis yang saya maksudkan ialah:
الَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ الْمُؤْمِنِ مِنْ رَجُلٍ فِي أَرْضٍ دَوِّيَّةٍ مَهْلِكَةٍ مَعَهُ رَاحِلَتُهُ عَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَوَقَدْ ذَهَبَتْ فَطَلَبَهَا حَتَّى أَدْرَكَهُ الْعَطَشُ.
ثُمَّ قَالَ أَرْجِعُ إِلَى مَكَانِيَ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ فَأَنَامُ حَتَّى أَمُوتَفَوَضَعَ رَأْسَهُ عَلَى سَاعِدِهِ لِيَمُوتَ فَاسْتَيْقَظَ وَعِنْدَهُ رَاحِلَتُهُوَعَلَيْهَا زَادُهُ وَطَعَامُهُ وَشَرَابُهُ.
فَاللَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ مِنْ هَذَا بِرَاحِلَتِهِ وَزَادِهِ.
Allah sangat gembira dengan taubat seorang hamba yang beriman melebihi kegembiraan seseorang (pengembara yang) berada di gurun yang mencekam dengan ditemani haiwan tunggangan yang membawa di atasnya bekalan makanan dan minuman. Kemudian dia tertidur lalu apabila bangun dari tidurnya, ternyata haiwan tunggangannya sudah terlepas dengan membawa bekalan makanan dan minumannya. Kemudian orang tersebut mencari haiwan tunggangannya ke sana ke mari hingga dia merasa haus.
Setelah itu dia berkata: “Aku kembali sajalah ke tempat tidurku sampai aku mati.” Orang itu membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di atas lengannya dan bersiap-siap untuk mati. Namun dia terbangun dan mendapati haiwan tunggangannya berada di sisinya dan di atasnya terdapat bekalan makanan dan minumannya.
Sesungguhnya kegembiraan Allah kerana taubat seorang hamba yang beriman melebihi kegembiraan orang yang haiwan tunggangannya terlepas lalu kembali dengan membawa bekalan makanan dan minumannya.[1]
Demikianlah lima metodologi asas yang saya gunakan untuk menulis dan menyusun buku ini. Saya berdoa kepada Allah Subhanahu waTa’ala agar buku ini mengandungi ilmu yang benar berkenaan qadar dan qadha-Nya. Saya juga berdoa agar buku ini dapat menyampaikan kefahaman yang tepat berkenaan qadar dan qadha-Nya kepada para pembaca sekalian. Akhir sekali saya berdoa agar ilmu dan kefahaman yang terkandung dalam buku ini sama-sama dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-harian.
Tidak ketinggalan, saya berdoa agar buku ini menjadi amal shalih dan saham yang menguntungkan di Hari Akhirat kelak bagi saya dan semua orang yang membantu menjayakannya. Kepada Allah sajalah kita memohon dan kepada Allah sajalah kita mengharapkan pemakbulannya.
Hafiz Firdaus bin Abdullah
17 Sept 2010 – 24 Nov 2010

[1] Sahih: Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya, hadis no: 4929 (Kitab al-Taubat, Bab dorongan untuk bertaubat).

lebih jekasnya dapat dibaca dan di sini  : http://www.hafizfirdaus.com/ebook/47QNQ/index.htm
0 komentar

(Surah [33] AL AHZAB : Ayat 21)

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
(Surah [33] AL AHZAB : Ayat 21)
0 komentar

Terlanjur Zina Ingin Taubat, Bagaimana ?

 

Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al Makassari  
 
Persoalan:
 
Ada pemuda-pemudi melakukan zina beberapa waktu yang lalu. Keduanya ingin bertaubat. Pertanyaan:

Bagaimana taubatnya? Haruskah keduanya menikah? Bagaimana kalau orang tua wanita tetap tidak setuju? Bagaimana nanti status anak keduanya?

Mohon bantuannya supaya mereka berdua dapat kembali ke jalan yang benar.

Ahmad Abdullah
ahm…@plasa.com

Jawaban: 
 
CARA TAUBATNYA
Keduanya bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha yaitu dengan memenuhi tiga syarat taubat yang disebutkan oleh para ulama. Tiga syarat ini disimpulkan oleh para ulama dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Pertama, Keduanya harus menyesali perbuatan tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya penyesalan itu adalah taubat.” [1]

Karena itu hendaklah keduanya menyesali apa yang telah mereka lakukan.

Kedua, melepaskan diri dan menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari perbuatan yang seperti itu. Tidak lagi mengulangi maupun mendekati apa-apa yang akan menyeret dan mengantar kepada perzinaan, seperti pergaulan bebas dengan wanita (pacaran), berbincang-bincang secara bebas dengan wanita yang bukan mahram, bercengkerama, ikhtilath/ bercampurbaur. Semuanya adalah perkara yang diharamkan syariat untuk menutupi pintu perzinaan. Hendaknya keduanya menjauhkan diri dari itu semua.

Ketiga, kemudian keduanya ber-’azam/ bertekad kuat untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya tersebut. Juga beristighfar kepada Allah, memohon ampunan-Nya. Dalam hal ini ada hadits Abu Bakr Ash-Shiddiq tentang disyariatkannya seseorang yang telah melakukan perbuatan maksiat untuk shalat dua rakaat lalu memohon ampunan kepada Allah.[2]

HARUSKAH KEDUANYA MENIKAH ?


Keduanya tidak harus menikah. Namun tidak mengapa keduanya menikah dengan syarat: apabila wanita yang telah dizinai tersebut hamil karena perzinaan itu, maka tidak boleh menikahinya pada masa wanita itu masih hamil. Mereka harus menunggu sampai si wanita melahirkan bayinya, baru boleh menikahinya. Inilah pendapat yang benar yang disebutkan oleh ulama, yaitu bahwa wanita yang hamil karena perzinaan tidak boleh dinikahi sampai melahirkan. Karena di sana ada dalil yang menuntut adanya istibra` ar-rahim (pembebasan rahim) dari bibit seseorang. Karena itu rahim harus dibebaskan terlebih dahulu dengan cara menunggu sampai lahir, sehingga rahimnya bebas tidak ada lagi bibit di dalamnya. Setelah itu baru bisa menikahinya. Itu pun apabila keduanya bertaubat dari perzinaan.

Apabila wanita yang dizinainya tidak sampai hamil, maka pembebasan rahimnya dengan cara menunggu haid berikutnya. Setelah melakukan perzinaan kemudian dia haid. Dalam kasus yang seperti ini, boleh menikahinya setelah melewati satu kali masa haid, yang menunjukkan bahwa memang tidak ada bibit yang tersimpan dalam rahimnya. Dan tentunya ini apabila keduanya bertaubat dari perzinaan.

Adapun jika salah satu dari keduanya belum bertaubat dari perzinaan tersebut, sehingga salah satu dari keduanya masih berlaku padanya nama zaani (pezina) maka keduanya tidak boleh menikah. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin.” (An-Nur: 3)

Maksudnya, seorang pezina diharamkan menikah dan sebaliknya wanita pezina juga haram dinikahi. Jadi bolehnya menikah adalah apabila keduanya memang sudah bertaubat dari perzinaan tersebut, sehingga tidak lagi dinamakan lelaki pezina atau wanita pezina.

BAGAIMANA STATUS ANAK KEDUANYA ?

Ini tentunya kalau ditakdirkan bahwa wanita yang dizinai tersebut hamil akibat perzinaan tersebut. Status anak tersebut adalah anak yang lahir karena perzinaan. Anak ini tidak boleh dinasabkan pada lelaki yang berzina dengan ibunya, karena dia bukanlah ayahnya secara syariat. Oleh karena itu, sang anak dinasabkan kepada ibunya. Demikian pula tidak boleh saling waris-mewarisi. Juga seandainya anak tersebut wanita, maka laki-laki tersebut tidak boleh menjadi walinya dalam pernikahan dan juga bukan mahramnya sehingga tidak berlaku padanya hukum-hukum mahram. Sehingga laki-laki itu tidak boleh berkhalwat dengannya, tidak boleh melihat wajahnya, tidak boleh berjabat tangan dengannya, dan seterusnya. Satu-satunya hukum yang berlaku adalah bahwa si laki-laki tidak boleh menikahi anak hasil perzinaan tersebut, karena anak wanita itu berasal dari air maninya. Hanya ini satu-satunya hukum yang berlaku, sebagaimana diterangkan oleh para ulama. Wallahu a’lam bish-shawab.

Catatan kaki:
[1] HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dan yang lainnya dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah (4252).
[2] HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud (1021).
 
Dinukil dari majalah Asy Syariah
Sumber: www.mimbarilami.or.id 
 
Ket: Format tulisan dan Judul dari redaksi Ghuroba tanpa mengubah isi artikel 
0 komentar

Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri Cina


source : pusatkajianhadis.com

Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri Cina

Selasa, 02/02/2010 12:59 WIB
Assalamu'alaikum
Apakah ustad bisa menjelaskan status dan hukum hadis tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.
Sekian. Jazakallah atas jawabannya.
Wassalam
Heru
JAWABAN:
Waalaikumussalam Wr Wb
Hadis dengan matan : Utlubul ilma walau bissiin (Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina) merupakan salah satu hadis yang sangat populer, bukan hanya di tanah air, di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya hadis ini juga cukup populer.
Popularita hadis di atas, menimbulkan banyak pertanyaan. Pertama, adakah hadis ini benar dikatakan oleh Rasulullah saw ? Apakah baginda mengenal atau mengetahui negeri Cina ?. Lantas kenapa negeri Cina yang menjadi pilihan, bukan Mesir yang relatif lebih dekat, atau India yang mempunyai kebudayaan hampir sama tinggi.
Kajian Sanad Hadis
Hadis di atas sebagaimana dikatakan juga oleh al-Sakhawi dalam al-Maqasid al-hasanah (hn. 125) diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman, al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Rihlah fi Talab al-Hadist, Ibn Abd al-Barr dalam Jami' al-‘Ilm dan al-Daylami dalm Musnad al-Firdaws, semuanya melalui Abi ‘Atikah Tarif ibn Salman. Ibn Abd al-Barr juga meriwayatkannya melalui Ubayd ibn Muhammad dari Ibn ‘Uyaynah dari al-Zuhri, (Abi ‘Atikah dan al-Zuhri) dari Anas ibn Malik dari Rasulullah saw. dengan lafaz di atas ditambah dengan kalimat: fainna talaba al-‘ilm faridhat ‘ala kulli muslim (dan sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib ke atas setiap orang muslim).
Kritik Matan
Matan hadis ini banyak dipertanyakan dan diragukan orang dengan mempertanyakan, benarkah nabi Muhammad saw mengetahui adanya negeri bernama Cina ?.
Hemat penulis, pertanyaan itu tidak perlu muncul karena kemungkinan nabi saw mengetahuinya adalah sangat besar. Pertama, dari sudut sejarah, baginda adalah pedagang antar bangsa, beliau waktu usia muda pernah dua kali minimal pergi ke Syam sebagai kota perdagangan. Di kota itu sudah ada kebudayaan Romawi dan tentu saja sudah berinteraksi dengan budaya lain. Jadi tidak mustahi dalam perjalanan itu baginda mendengar tentang pradaban negeri Cina yang sudah tinggi.
Kedua, Apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw, tidaklah berhenti pada pengetahuan beliau saja, tapi ada unsur wahyu Allah yang berperan. Jika kemungkinan ini diambil, dan hal ini sangatlah mungkin, maka unsur kejanggalan matan hadis ini tidak ada muncul lagi.
Hikmah di balik negeri Cina
Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kata negeri Cina di sini. Pertama, negeri atau kekaisairan yang populer di kalangan awam pada saat itu adalah Romawi dan Kisra. Jarak kekuasaan kedua kekaisaran ini tidaklah terlalu jauh dari dunia Islam. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menuliskan surat untuk mereka dan kerajaan dan kekaisaran lain. Wal hasil, nabi ingin memberitakan kepada Ummat Islam bahwa ada negeri lain yang juga sudah memiliki peradaban yang maju.
0 komentar

Awas mencuri

TAHUKAH ANDA PENCURI YANG PALING JAHAT ?

“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam. (HR. Thabrani & Hakim)
0 komentar

Amal yang Paling Di Cintai Allah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) karena dengan cara itulah kamu akan mencapai (surga)”.


Diriwayatkan dari Aisyah ra : seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”
0 komentar

Kompetisi Menulis Nusantara

source : http://nulisbuku.com/kompetisi-menulis-tulis-nusantara-2012

Kemenparekraf bekerjasama dengan NulisBuku.com & Plot Point mengadakan kompetisi menulis Tulis Nusantara 2012 - dengan tema: Menangkap ragam cerita hidup di Indonesia, serta workshop Menulis di 12 Kota di Indonesia.
Kategori penulisan:
  • Fiksi Cerpen
  • Fiksi Puisi
  • Non-Fiksi

Hadiah

Fiksi Cerpen. Juara I: Rp 20.000.000, Juara II: Rp 15.000.000, Juara III: Rp 10.000.000.
Fiksi Puisi. Juara I: Rp 10.000.000, Juara II: Rp 7.500.000, Juara III: Rp 5.000.000.
Non-Fiksi. Juara I: Rp 20.000.000, Juara II: Rp 15.000.000, Juara III: Rp 10.000.000.

3 buku kumpulan fiksi dan non-fiksi hasil kompetisi Tulis Nusantara 2012 akan diterbitkan secara major!


Cara berpartisipasi

  1. Menulis sesuai tema 'Menangkap Ragam Cerita Hidup di Indonesia' dalam bentuk puisi, cerpen (Fiksi) maupun cerita nyata (Non-Fiksi) yang memotivasi pembaca untuk mengetahui lebih banyak tentang keragaman di Indonesia dan mempromosikan baik ke dalam maupun luar negeri.
  2. Untuk cerpen (fiksi) dan cerita nyata (Non-Fiksi), panjang tulisan 5-9 halaman A4 dengan 1,5 spasi, Font Times New Roman, ukuran 12 pt.
  3. Kirimkan naskah beserta data diri (berupa attach files, bukan di body e-mail): Nama, Alamat, No. handphone, No. KTP, Twitter account (Jika ada), Alamat facebook (Jika ada), ke alamat email: tulisnusantara@gmail.com dengan format subject email: [Kategori] - [Judul tulisan]. Contoh: Non-Fiksi - "Cerita dari Banyuwangi"
  4. Follow & mention akun Twitter @tulisnusantara untuk mempromosikan tulisan yang telah dikirim dengan hashtag #TulisNusantara
  5. Periode lomba: mulai dari 17 November 2012 hingga 15 Desember 2012, naskah diterima paling lambat jam 23:59 WIB pada tanggal 15 Desember 2012.
  6. Untuk mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya, GRATIS!
  7. Pengumuman pemenang & penyerahan hadiah akan dilakukan pada tanggal 22 Desember 2012 (Awarding Night).


Syarat Umum

  1. Peserta adalah warga negara Indonesia
  2. Usia peserta dibatasi minimal 17 tahun ke atas sesuai dengan identitas di Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Naskah ditulis dengan bahasa Indonesia
  4. Naskah harus karya asli (sebagian atau seluruhnya), juga bukan terjemahan atau saduran
  5. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik dan online dan tidak sedang diikutsertakan sayembara lain.
  6. Peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 1 naskah terbaiknya untuk setiap kategori.
  7. Naskah yang dikirim menjadi milik panitia penyelenggara, dengan hak cipta tetap pada penulis.
  8. Hak untuk mempublikasi tulisan ada di penyelenggara kompetisi.
  9. Naskah yang tidak sesuai dengan persyaratan tidak akan disertakan dalam proses penjurian.
  10. Dewan juri akan memilih 10 naskah terbaik (Juara I, II, III dan 7 nomine) yang akan dibukukan dalam buku antologi pemenang.
  11. Penyelenggara kompetisi berhak mengganti judul dan menyunting, tanpa mengubah isi
  12. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak ada surat menyurat  
Sebagai pre-event, kami mengadakan workshop menulis di 12 kota, berikut infonya:

Workshop Menulis Tulis Nusantara 2012


1. Semarang (SELESAI)

Tanggal: Sabtu, 17 November
Jam: 9.00 a.m - 13.30 p.m
Tempat: Rinjani View - Jl rinjani no 12
Sharing Session: Ollie (@Salsabeela)
Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq dari Plot Point
RSVP to tulisnusantara@gmail.com

2. Surabaya (SELESAI)

Tanggal: Minggu, 18 November
Jam: 09.00 - 13.30
Tempat: Matchbox Cafe - Jl. Jawa no.33
Sharing Session: Iwan Setyawan @Iwan9A10S
Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq dari Plot Point
RSVP to tulisnusantara@gmail.com

3. Jakarta (Selesai)

- Tanggal: JUMAT, 23 November 2012
- Jam: 18.30-22.00 WIB
- Lokasi: Talaga Resto
 Alamat: Epicentrum Walk, Ground Floor Unit W 140 B
Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta
Pembicara:
- Sharing Session: Alberthiene Endah, seorang penulis dan jurnalis Indonesia. Ia terkenal akan karya-karya biografinya tentang tokoh-tokoh dunia hiburan tanah air, sepertiKrisdayanti dan Chrisye. Ia disebut sebagai "biografer yang paling banyak diminta di Indonesia."
- Workshop:
Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq (Editor dari PlotPoint)
Acara:
- Sharing Session
- Workshop Menulis
- Makan malam
- Networking
 Pendaftaran GRATIS, silakan email ke: tulisnusantara@gmail.com, hanya pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan yang akan kami catat.

4. Medan (Selesai)

Tanggal: Sabtu, 24 November 2012
Jam: 09.00 - 13.30 WIB
Tempat: Penang Corner - Jl. Dr. Mansyur 8 Medan
Sharing Session: Windy Ariestanty @windyariestanty, penulis buku Life Traveler.
Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq dari Plot Point
Biaya: GRATIS!
Acara:
- Sharing Session
- Workshop Menulis
- Makan siang
- Networking
Pendaftaran GRATIS, silakan email ke: tulisnusantara@gmail.com, hanya pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan yang akan kami catat.
TEMPAT SANGAT TERBATAS.

5. Palembang (Selesai)

Tanggal: Minggu, 25 November 2012
Jam: 09.00 - 13.30 WIB
Tempat: Saimen Café - Jl. Angkatan 45 Kompleks Palembang Square
- Sharing Session: Feby Indirani @FebyIndiranipenulis buku I Can (not) Hear, Journey of a Hearing-Impaired to a World of Sounds.
- Dengan pengajar workshop: Gina S. Noer dari Plot Point, ia menulis skenario film Ayat-Ayat Cinta bersama suaminya, Salman Aristo. Film tersebut sukses memecahkan rekor jumlah penonton sebanyak 3.5 juta penonton. Pada Festival Film Indonesia 2009 ia mendapat nominasi Skenario Adaptasi Terbaik melalui film Perempuan Berkalung Sorban
Biaya: GRATIS!
Acara:
- Sharing Session
- Workshop Menulis
- Makan siang
- Networking
Pendaftaran GRATIS, silakan email ke: tulisnusantara@gmail.com, hanya pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan yang akan kami catat.
TEMPAT SANGAT TERBATAS.

6. Denpasar (Selesai)

Tanggal: Sabtu, 1 Desember 2012
Jam: 09.30 - 13.30 WITA
Tempat: Virgin Duck Resto, Jl. Raya Puputan 68, Renon, Denpasar.
- Sharing Session: Feby Indirani @FebyIndiranipenulis buku I Can (not) Hear, Journey of a Hearing-Impaired to a World of Sounds.
- Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq dari Plot Point
Biaya: GRATIS!
Acara:
- Sharing Session
- Workshop Menulis
- Makan siang
- Networking
Pendaftaran GRATIS, silakan email ke: tulisnusantara@gmail.com, hanya pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan yang akan kami catat.
TEMPAT SANGAT TERBATAS.

7. Lombok (Selesai)

Tanggal: Minggu, 2 Desember 2012
Jam: 09.30 - 13.30 WITA
Tempat: Sekarbela Lesehan, Jl. Kesejahteraan Raya 129, Mataram.
- Sharing Session: Ollie (@Salsabeela)
- Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq dari Plot Point
Biaya: GRATIS!
Acara:
- Sharing Session
- Workshop Menulis
- Makan siang
- Networking
Pendaftaran GRATIS, silakan email ke: tulisnusantara@gmail.com, hanya pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan yang akan kami catat.
TEMPAT SANGAT TERBATAS.

8. Balikpapan (Pendaftaran Dibuka)

Tanggal: Sabtu, 8 Desember 2012
Jam: 09.30 - 13.30 WITA
Tempat: Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Balikpapan
Jl Kapt Pierre Tendean no 1 Balikpapan
- Sharing Session: Windy Ariestanty @windyariestanty, penulis buku Life Traveler.
- Dengan pengajar workshop: Arief Ash Shiddiq dari Plot Point
Biaya: GRATIS!
Acara:
- Sharing Session
- Workshop Menulis
- Makan siang
- Networking
Pendaftaran GRATIS, silakan email ke: tulisnusantara@gmail.com, hanya pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan yang akan kami catat.
TEMPAT SANGAT TERBATAS.

-------------------------
Workshop selanjutnya - tempat acara akan diupdate:

    #9. Makassar; Minggu, 9 December 2012 (Pendaftaran Belum dibuka)
    #10. Banten; Selasa, 11 December 2012 (Pendaftaran Belum dibuka)
    #11. Bandung; Jumat, 14 December 2012 (Pendaftaran Belum dibuka)
    #12. Yogyakarta; Sabtu, 15 December 2012 (Pendaftaran Belum dibuka)

Ikuti terus berita terbarunya, follow @TulisNusantara, @nulisbuku dan @_PlotPoint
0 komentar

Short Expression Part I


I don’t care.
Aku tak perduli.

Move a bit please.
Geser dikit dong.

It is perfect.
Kebetulan sekali.

It fits perfectly.
Pas sekali.

I beg your pardon.
Maaf aku ak dengar.

Where was I?
Sampai dimana aku?

Don’t be up and down.!
Jangan mondar-mandir!

Don’t think that way.
Jangan berpikir ke arah gituan.

Do the proper thing!
Berulah wajar-wajar aja dong!

I do it to you!
Ku kerjai kau!

You pay the price.
Kau kena batunya (menanggung akibatnya).

Here/there a person is.
Ini/itu dia orangnya

I’m no equal to you.
Aku tidak sama denganmu.

You look important.
Lagakmu seperti orang penting saja.

It’s just courteous.
Sekedar basa-basi.

0 komentar

Prayer ( Doa )



Biasanya do’a yang diucapkan dalam bahasa Inggris menggunakan bahasa Inggris klasik/ kuno, untuk kata-kata yang ditujukan kepada Tuhan seperti You diganti dengan Thee dan Thou yang berarti Engkau atau Dikau. Sedangkan Your diganti dengan Thy yang berarti Engkau punya.

Berikut contohnya :
Bismillahirrahmanirrahim, in the name of Allah, the Most Merciful and Beneficient.
All praise to be Allah, the sustainers of all the words. Peace be upon to Muhammad, the Messenger of Allah.
Glory be unto Thee we have no knowledge save that which Thou have taught us; indeed Thee are the All-Knowing, that All Wise.
O My Sustainers! Make easy for my affair. And loosen the knot of my tongue that they may understand the words. God Grant blessing to us.
We are grateful today, for your blessing we have carried our meeting successfully. May that we are doing and what we have done will give benefit to us and to our club.
O Allah! Grant blessing and peace to the one whom Thee sent as Mercy to all the world, and to all his family and Companions. And have mercy on us and have Mercy on the member of this Group.
Amen.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RUMAH BELAJAR GENIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger