kuliah ??
menuntut ilmu ???
harus banyak uang ????
menuntut ilmu tidak selamanya harus banyak uang, tapi hanya dengan butuh memaksimalkan ikhtiar dan doa.
berikut ini kisah mereka yang berhasil kuliah dan mendapat beasiswa dalam dan luar negeri..
ingin tau kisah - kisah mereka langsung aja follow this link : http://motivasibeasiswa.org/ or klik here
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Pendidikan
Dalam hal ini
masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum
dikenal cara penyelesaiannya. Justru Problem Solving adalah mencari
atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan atau
algoritma). Sintaknya adalah : sajikan permasalahan yang memenuhi
kriteria di atas, siswaberkelompok atau individual mengidentifikasi pola
atau aturan yang disajikan, siswa mengidentifikasi, mengeksplorasi,
menginvestigasi, menduga dan akhirnya menemukan solusi.
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta Cendekia. Banjarmasin. Halaman 133-134
Problem Solving
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta Cendekia. Banjarmasin. Halaman 133-134
Label:
Pendidikan
Pendidikan
Problem Based Learning (PBL) = Pembelajaran Berbasis Masalah. Kehidupan adalah identik dengan masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokrasi, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal.
Problem Based Learning (PBL)
Problem Based Learning (PBL) = Pembelajaran Berbasis Masalah. Kehidupan adalah identik dengan masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokrasi, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalahmetakognitif,
elaborasi (analisis), interprestasi, induksi, identifikasi, investigasi,
eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi dan inkuiri.
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta
Cendekia. Banjarmasin. Halaman 133
Label:
Pendidikan
Pendidikan
Pengetahuan yang
bersifat informal dan prosedural yang menjurus pada keterampilan dasar
akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung.
Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur,
latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini
sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah
bervariasi)
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta Cendekia. Banjarmasin. Halaman 133
Pembelajaran Langsung (DL= Direct Learning)
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta Cendekia. Banjarmasin. Halaman 133
Label:
Pendidikan
Pendidikan
Realistic Mathematics Education (RME)
dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam
mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu
matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan
untuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan
vertikal (reoorgnisasi matematika melalui proses dalam dunia rasio,
pengembangan matematika).
Prnsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal dalam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-interkoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta Cendekia. Banjarmasin. Halaman 132-133.
Realistic Mathematics Education (RME)
Prnsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal dalam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-interkoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
Pustaka :
Ngalimun, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Scripta Cendekia. Banjarmasin. Halaman 132-133.
Label:
Pendidikan




